Senin, 24 Mei 2010
tugas numpuk..
dan juga semakin numpuk..............
hampir semua mata kuliah di beri tugas...............
ternyata jadi mahasiswa kaya gini ya.....................
mahasiswa mahasiswa.................
nasib mu.............
semangat rama................
Jumat, 21 Mei 2010
KABAR VIERRA
April 11, 2009
Ketika remaja yang polos jatuh cinta, mereka akan berkarya sesuai hati mereka.
Ini yang memang seharusnya kita dengar dari para remaja. Band yang memberikan karya-karya yang polos, jujur, dan bangga dengan karya mereka sendiri. Tak perlu bersembunyi di balik lagu-lagu tua yang pernah ngetop dahulu kala. Band yang benar-benar fresh ini bernama Vierra. Sebuah band yang beranggotakan Widi (vokal), Kevin (keyboard), Raka (gitar), Trian (drum). Sebuah debut album berjudul My First Love, berhasil mereka lepas ke pasaran. Seperti judul albumnya, Kevin yang jadi motor band ini menggambarkan album ini memang benar-benar seperti remaja yang pertama kali jatuh cinta. Begitu polos.
Secara musikal, mereka lebih suka menyebut lagu-lagu mereka berada di jalur power pop atau pop disney. “Power pop, karena lagu-lagu pop versi kita, bisa membuat suasana lebih bersemangat. Lebih menghentak. Pop disney maksudnya, lagu-lagu kita banyak nada-nada vokal yang membuat kita serasa di dunia mimpi. Karena remaja memang penuh dengan mimpi dan harapan,” ujar Kevin yang juga mendominasi proses penciptaan lagu-lagu Vierra. “Makanya, dominasi keyboard di lagu-lagu Vierra juga lebih terasa,” tambahnya lagi.
Ya, sekarang ini band anak muda kebanyakan membuat lagu yang guitar base. Versi band yang keyboard base bisa dibilang agak langka. Ini bisa memberi diferensiasi antara Vierra dan band-band lain. Pola keyboard base ini bisa jadi karena Kevin memang ter-influence musikalitas sang ayah, Adie MS. “Tapi ini bukan sebuah paksaan. Campur tangan papa di urusan musikku hanya sampai memasukan aku ke les piano.” Jelas Kevin tentang campur tangan sang ayah. Bukti tentang bebasnya dari campur tangan sang ayah, bisa dilihat dari konsep musik yang berbeda antara Vierra dan Adie MS.
“Tapi Vierra bukan Cuma saya. Masih ada Widi, Raka dan Trian. Dan mereka punya musikalitas yang hebat sejak pertama kali kita ketemu,” Kevin mencegah kita melupakan personel yang lain. Itu yang membuat Kevin yakin dengan masa depan Vierra.
“Keinginan kita dengan album ini adalah untuk berbagi dengan semua orang. Sharing, tentang apa yang kita rasakan,” jelas Kevin lebih lanjut. Dan itu sangat terasa lewat single pertama mereka yang berjudul Dengarkan Curhatku. Anak muda memang enggak bisa lepas dari curhat. Sama teman, sama orang tua kadang sama orang baru kenal juga curhat. Benar-benar gak bisa lepas.
Vierra enggak Cuma bisa curhat. Anak anak muda ini bisa juga bermain dengan emosi. Kalau kita dengarkan lagu berjudul Perih, pasti kita memilih lagu ini sebagai soundtrack masa-masa patah hati kita. Notasi nada vokal dan piano benar-benar memberikan suasana yang mengiris hati.
Jangan dulu berasumsi Vierra akan banyak bermain dengan kesedihan cinta. Sekali lagi, perlu diingat kalau mereka menamakan musik mereka power pop. Karena mereka mereka punya lagu-lagu pop yang tetap bisa memicu adrenaline.
Nih, salah satunya lagu Bintang. “ Lagu ini groovy banget. Bakal bikin suasana jadi sangat menyenangkan. Dan ini memang lagu yang paling enak buat dipake manggung,” Ujar Kevin bersemangat. Dan anak-anak muda ini juga tak hanya bercerita soal cinta terhadap lawan jenis. Sebuah lagu berjudul Bersamamu, bercerita soal kebersamaan, keakraban di dunia pertemanan remaja. “Lebih universal,” jelasnya Kevin lagi.
Dan keinginan untuk sharing dengan lebih banyak orang juga membuat mereka menciptakan sebuah lagu dalam bahasa Inggris. Yaitu sebuah lagu berjudul No. Tapi ini bukan hanya karena mereka pengen kelihatan keren. Tapi karena mereka yakin pelafalan sang vokalis mereka memang bagus dalam bahasa Inggris.
Kepolosan, keyakinan dan keinginan untuk sharing jadi modal utama dari perjalanan Vierra. Dan sepertinya, itu semua modal yang mereka miliki memang bisa membedakan mereka dari band lain yang banyak beredar. Dan itu sebuah modal yang kuat untuk bisa menjaga eksistensi mereka di dunia musik. Tentunya dengan bantuan dari semua penikmat musik di Indonesia. Mari berbagi cerita bersama Vierra.
Remaja memang seharusnya bergaya, bertingkah laku dan merasakan cinta layaknya seorang remaja. Tak perlu membohongi diri dan berlagak dewasa. Itulah yang disodorkan VIERRA dengan album perdananya “My First Love”.
Nama Vierra mungkin sudah tak asing lagi di telinga kita mengingat single berjudul “Dengarkan Curhatku” ramai menghiasi radio dan televisi belakangan ini. Ya, lagu yang ceria dan easy listening tersebut memang cukup menyita perhatian khalayak. Musik yang ringan namun berbobot dihadirkan Vierra dalam lagu itu.
Secara keseluruhan, album yang ditelurkan band beranggotakan Kevin Aprilio (keyboard), Widy Soediro (vokal), Raka Cyril (gitar) dan Trian (drum) ini sangat catchy. Konsep yang mereka hadirkan sungguh kreatif dan berbeda dari band kebanyakan.
Vierra menyebut musik mereka sebagai Power Pop atau Pop Disney dan hal itu benar terbukti dalam karya-karya mereka. Dengarkan saja tembang bertajuk “Perih”. Nuansa Power Pop tadi kental terasa dalam lagu ini, lirik boleh saja bercerita tentang kesedihan namun dibawakan dengan musik yang bersemangat dan menampilkan aura positif. Menarik Sekali.
Nuansa Pop Disney sendiri diwakilkan lagu berjudul “To Nessa”. Ornamen dalam lagu yang terdengar seperti lullaby (lagu pengantar tidur) ini sangat Disney yang lengkap dengan gaya operetnya. Musik ala orkestra yang megah pun terasa berpadu dengan indahnya.
Dari segi musikalitas, kemampuan Kevin cs nampaknya tak perlu diragukan lagi. Terlebih saat kita memperdengarkan lagu “Terbang”. Musikalitas tinggi ditampilkan Vierra sejak intro yang begitu megah. Aransemennya pun sangat apik.
Jangan heran jika sound keyboard atau piano mendominasi. Vierra memang ’sengaja’ membedakan diri mereka dari band-band lain yang kebanyakan menjadikan gitar sebagai base. Dominasi keyboard dan piano sangat kental terdengar saat kita memutar lagu yang diberi judul “Seandainya”.
Namun tak berarti sound gitar, bass serta drum ‘dilupakan’ begitu saja. Putar dulu tembang “No!” dan “Tears”. Kedua tembang berbahasa Inggris itu hadir dengan nuansa rock yang lengkap dengan distorsi gitar dan gebukan drum nan menghentak dada.
Ditengah menjamurnya band-band baru di ranah musik Indonesia, Vierra cukup bernyali dengan berani tampil beda. Namun hal itu pula yang dirasa penulis sebagai modal yang sangat bagus untuk menancapkan nama dan terus eksis di dunia yang penuh persaingan itu.
Remaja memang seharusnya bergaya, bertingkah laku dan merasakan cinta layaknya seorang remaja. Tak perlu membohongi diri dan berlagak dewasa. Itulah yang disodorkan VIERRA dengan album perdananya “My First Love”.
Nama Vierra mungkin sudah tak asing lagi di telinga kita mengingat single berjudul “Dengarkan Curhatku” ramai menghiasi radio dan televisi belakangan ini. Ya, lagu yang ceria dan easy listening tersebut memang cukup menyita perhatian khalayak. Musik yang ringan namun berbobot dihadirkan Vierra dalam lagu itu.
Secara keseluruhan, album yang ditelurkan band beranggotakan Kevin Aprilio (keyboard), Widy Soediro (vokal), Raka Cyril (gitar) dan Trian (drum) ini sangat catchy. Konsep yang mereka hadirkan sungguh kreatif dan berbeda dari band kebanyakan.
Vierra menyebut musik mereka sebagai Power Pop atau Pop Disney dan hal itu benar terbukti dalam karya-karya mereka. Dengarkan saja tembang bertajuk “Perih”. Nuansa Power Pop tadi kental terasa dalam lagu ini, lirik boleh saja bercerita tentang kesedihan namun dibawakan dengan musik yang bersemangat dan menampilkan aura positif. Menarik Sekali.
Nuansa Pop Disney sendiri diwakilkan lagu berjudul “To Nessa”. Ornamen dalam lagu yang terdengar seperti lullaby (lagu pengantar tidur) ini sangat Disney yang lengkap dengan gaya operetnya. Musik ala orkestra yang megah pun terasa berpadu dengan indahnya.
Dari segi musikalitas, kemampuan Kevin cs nampaknya tak perlu diragukan lagi. Terlebih saat kita memperdengarkan lagu “Terbang”. Musikalitas tinggi ditampilkan Vierra sejak intro yang begitu megah. Aransemennya pun sangat apik.
Jangan heran jika sound keyboard atau piano mendominasi. Vierra memang ’sengaja’ membedakan diri mereka dari band-band lain yang kebanyakan menjadikan gitar sebagai base. Dominasi keyboard dan piano sangat kental terdengar saat kita memutar lagu yang diberi judul “Seandainya”.
Namun tak berarti sound gitar, bass serta drum ‘dilupakan’ begitu saja. Putar dulu tembang “No!” dan “Tears”. Kedua tembang berbahasa Inggris itu hadir dengan nuansa rock yang lengkap dengan distorsi gitar dan gebukan drum nan menghentak dada.
Ditengah menjamurnya band-band baru di ranah musik Indonesia, Vierra cukup bernyali dengan berani tampil beda. Namun hal itu pula yang dirasa penulis sebagai modal yang sangat bagus untuk menancapkan nama dan terus eksis di dunia yang penuh persaingan itu.
Sabtu, 08 Mei 2010
Rabu, 21 April 2010
Rabu, 14 April 2010
Senin, 29 Maret 2010
Biography
Their first album “My First Love” was released on early March 2009 with single “Dengarkan Curhatku”.
Edited by krutux on 25 Oct 2009, 05:54
Registered users can edit this page. Sign up now, it’s free and you will discover so much great music :)
All user-contributed text on this page is available under thePutra konduktor Addie MS dan Memes akhirnya mengikuti tren anak muda masa kini. Kevin Aprilio membuat band instan dan merilis album perdananya, ‘My First Love’. Dengarkan saja curhatnya.
Kevin Aprilio (kibord) bersama Widy Nichlany (vokal), Raka Cyril (gitar) dan Satrianda Widjanarko (drum) sepakat untuk mendirikan band bernama Vierra. Dengan bantuan situs pertemanan Friendster mereka akhirnya mengaku klop. Perjuangan pun dimulai.
Kevin yang telah memiliki banyak karya kemudian menggodoknya bersama Vierra. Kita mulai dari single pertamanya yaitu ‘Dengarkan Curhatku‘. Lagu tersebut dikemas dengan ceria. Bernuansa sangat remaja dan karakter vokal Widy mengingatkan pada masa-masa kejayaan Shaden. Liriknya pun sederhana.
‘Perih’ terdengar lebih “serius”. Sedikit nuansa jazz terbalut dengan piano. Hampir senada dengan lagu ‘Rasa Ini’ yang sangat nyaman di telinga. Melodi pianonya sangat catchy.
Mau yang sedikit ngerock? Coba dengar ‘Terbang’. Lagu ini cocok jadi single selanjutnya. Satu lagu yang sangat tak pantas dilewatkan yaitu ‘To Tessa’. Seperti pengantar tidur, ‘No Tessa’ dikemas dengan sangat dinamis berbalut nuansa orkestra yang tak berlebihan.
Vierra juga tak berlebihan dalam bertutur. Bisa dilihat dari cover albumnya, mereka menuliskan lirik dengan jenaka ala ABG. Dua lagu pun dibalut bahasa Inggris. Coba contek lirik ‘No!’ ya.
Can’t you see that I got lost in your eyes
Can’t you see that I trapped in your heart
Knowing that your there I’ll try to find you
Knowing that you’re here I won’t let you go
Secara keseluruhan, pop disney yang ditawarkan oleh Vierra memang punya kelas tersendiri. Sasaran mereka jelas anak-anak yang baru menuju dewasa. Mereka coba memunculkan lagi musim band dengan musik remaja. Bravo!
Daftar track album ‘My First Love’ Vierra:
1. Dengarkan Curhatku
2. Perih
3. Bersamamu
4. No!
5. Terbang
6. To Nessa
7. Rasa Ini
8. Jadi yang Kuinginkan
9. Tears
10. Manusia
11. Seandainya
12. Bintang
Kamis, 18 Maret 2010
Kevin Aprilio, adalah pendiri Andante yang kemudian bermetamorfosis menjadi VIERRA di tahun 2008 ini. Pada vokal ada Widy, siswa tahun ketiga SMA Bakti Mulya 400, yang berkarakter vokal lembut dan manis dan membawa unsur pop yang dominan. Gitaris yang juga membantu dalam mengaransemen adalah Raka Cyril, yang juga berkuliah di UPH angkatan 2007, sama seperti Kevin. Posisi drummer diisi oleh Satrianda Widjanarko, mahasiswa UI fakultas Ilmu Politik, yang memberikan nama VIERRA dan juga mengaransemen banyak lagu Vierra. Lalu Vierra juga dibantu oleh bassist yang gayanya unik dan mahir main bassnya bernama Derry.
Minggu, 28 Februari 2010
Konser February Di Trans TV

Rabu, 24 Februari 2010
PROFIL PERSONIL VIERRA

Widy Soediro Nichlany adalah Wanita muda yang sangat berbakat. Ia masih berumur 18 tahun. Ia tergabung di sebuah band bernama Vierra (Musica Studio). Dia bisa bernyanyi, ballet, grafitti, modelling, dance, athletic dll. Suaranya yang begitu halus dan berciri khas polos inilah yang membuatnya sangat digemari orang-orang. Tidak hanya suaranya saja yang polos tetapi orangnya pun polos, lucu dan cenderung cuek. Karena widy suka segala macam yang simpel dan natural ini yang membuat widy pun asik. Bisa dibilang apa adanya.
Selasa, 23 Februari 2010
VIERRA BAND
Tapi coba dengarkan Vierra. Sekelompok remaja yang bernyanyi dengan jujur dan lugas seperti layaknya remaja saat ini. Background musikal tinggi dari orang tua mereka, tidak lantas membuat band ini terpengaruh untuk membuat lagu seperti gaya orang tua mereka. Vierra yang dimotori Kevin, yang notabene adalah putra dari komposer Adie MS, memilih menulis dan memainkan lagu-lagu yang sesuai dengan hati mereka.
Hal itu terlihat dari judul single pertama, "Dengarkan Curhatku" yang terdapat di album perdana mereka, My First Love (2009). Sebuah lagu yang tulus dari dalam hati mereka. Benar-benar tentang kejadian sehari-hari yang mereka alami sendiri.
Vierra ialah remaja yang bermain dengan gaya yang benar-benar remaja, gaya bahasa yang remaja, penampilan yang sangat remaja, karena mereka benar-benar remaja.
Vierra adalah Kevin Aprilio (keyboard), Widy Soediro (vokal), Raka Cyril (Gitar), dan Tryan (Drum).
pokonya lu cmua kudu gabung vierrania, gg rugi ug....
ok ok ok.........
kalo pengen lebih knal or pngen taw ttg vierra lu add ajah gw di facebook gw "rama cyril" keih ........
gw tunggu plend,,,,,,,,,,

